- Korea Selatan
Korea Selatan telah lama dinobatkan sebagai negara dengan
koneksi internet tercepat di dunia. Penetrasi pengguna internet di negeri
Ginseng itu sangat tinggi, 94% masyarakat Korea Selatan terkoneksi dengan
internet cepat.
Pemerintah Korea Selatan berjanji akan memberi akses
internet 1 Gigabyte per detik kepada warganya, pada akhir tahun 2012.
- Filandia
Pada 2010, Finlandia jadi negara pertama di dunia yang
memberi hak hukum akses internet broadband (pita lebar) kepada warganya.
Seluruh warga negara, sebanyak 5,3 juta jiwa, dijamin mendapat koneksi internet
cepat.
Pemerintah Finlandia tak berhenti sampai di situ, mereka berencana meningkatkan hak hukum akses internet 100Mb layanan broadband pada akhir 2015.
Pemerintah Finlandia tak berhenti sampai di situ, mereka berencana meningkatkan hak hukum akses internet 100Mb layanan broadband pada akhir 2015.
- Swedia
Kecepatan internet broadband di Swedia lebih cepat dua kali
lipat dibandingkan Amerika Serikat. Penelitian yang dilakukan Yayasan New
Amerika mencatat, biaya internet broadband di Swedia relatif murah yakni 13,3
dollar AS.
- Jepang
Jepang dikenal sebagai negara dengan biaya internet termurah
di dunia. Pemerintah Jepang menawarkan insentif pajak murah kepada perusahaan
untuk berinvestasi di kabel serat optik.
"Orang Jepang selalu berpikir jangka panjang,"
kata seorang konsultan teknologi harian The New York Times pada 2007 silam.
"Jika mereka berpikir mereka akan mendapat keuntungan dalam 100 tahun,
mereka akan berinvestasi untuk anak-cucu mereka. Ada sedikit kebangaan nasional
mereka tidak melihat ke Barat."
- Perancis
Perancis termasuk negara yang menyatakan bahwa internet
adalah "hak asasi manusia."
Menurut studi yang dilakukan Berkman Center for Internet
& Society Universitas Harvard, biaya internet broadband di Perancis
tergolong yang paling terjangkau. Penyedia jasa internet di Perancis bersaing
menawarkan harga kompetitif, namun layanannya tetap prima.
Survey juga menunjukan negara-negara di dunia lainnya juga tercatat sebagai negara yang memiliki acces internet tercepat dan termurah !!

Dengan keterangan tersebut tentunya kita merasa minder,kenapa acces di Indonesia relatif mahal dan lambat,tentunya kita bertanya-tanya,
tapi ada beberapa 7 faktor yang menyebabkan itu,anatara lain :
1. Belum Memiliki Koneksi Internasional
Indonesia tidak memiliki koneksi langsung ke jaringan Internasional atau
biasa disebut Tier-1 yang berpusat di Amerika,Sehingga koneksi internet
harus melalui beberapa negara terlebih dahulu seperti
Singapura,Hongkong, Hawai, dan berakhir di Amerika, dikarenakan mahalnya
koneksi maka satu jalur koneksi harus dibagi ke beberapa user sehingga
menyebabkan koneksi lambat, jika Indonesia memiliki koneksi langsung ke
Tier-1 maka negara-negara seperti yang disebutkan diatas mendapatkan
pesaing, sehingga harga bandwith saling berkompetisi. Disamping itu
untuk layanan internet yang berbasis satelit, harus menggunakan satelit
dalam negeri seperti contohnya 2 operator seluler yang menyediakan
layanan internet (sengaja tidak saya sebutkan) yang notabene tarifnya mahal. Sebagai perbandingan tarif internet Indonesia 48 kali lebih mahal daripada Singapura.
2. Tingginya Tingkat Pengguna Internet di Indonesia
Indonesia tercatat sebagai Negara dengan pengguna Internet terbanyak
ke-8 di dunia, dan untuk wilayah Asia Pasifik, Indonesia berada di
posisi ke-4 setalah Tiongkok (cina), India, dan Jepang. Hampir ¼ atau
sekitar 22.4% dari seluruh total populasi Indonesia adalah pengguna
Internet. Hal merupakan salah satu factor yang membuat lambatnya biaya
Internet di Indonesia, karena dengan tingginya pengguna Internet maka
pembagian jaringan internet menemui titik limitnya, dan otomatis koneksi
Internet pun akan lambat.
3. Perusahaan Operator Seluler Penyedia Layanan Internet di Indonesia Sangat Banyak
Pemerintah di Negara-negara lain di luar Indonesia sangat selektif dalam
hal memberikan ijin bagi operator baru yang ingin membuka sebuah
perusahaan dan biasanya tidak lebih dari 5 perusahaan operator yang
beroperasi. Tidak sama halnya di Indonesia, kini terhitung kurang lebih
ada 9 operator seluler di Indonesia. Ini menyebabkan jaringan internet
tidak efisien , karena masing-masing operator akan mendapatkan spekturm
jaringan yang sangat kecil karena harus berbagi dengan operator lainnya
yang ikut bersaing dalam hal menyediakan layanan koneksi internet. Dan
sebagai dampaknya kualitas koneksi internet yang di dapatkan oleh
konsumen yang berlangganan akan lambat.
4. Persaingan Promo Antar Operator Seluler Penyedia Layanan Internet
Selain banyaknya jumlah operator seluler penyedia layanan internet di
Indonesia, program promosi-promosinya pun juga mempengaruhi tingkat
kecepatan koneksi Internet di Indonesia. Wajar apabila koneksi internet
di Indonesia sangat lambat karena program,-program promosi tersebut yang
bertujuan menjaring pelanggan cenderung membuat kualitas jaringan
menurun. Dan juga besar biaya yang harus dikeluarkan oleh konsumen
sebanding dengan kualitas jaringan yang mereka terima, sehingga patokan
harga ala operator tersebut sudah membudaya.
5. Kondisi Geografis Indonesia
Indonesia adalah negara kepualan yang memiliki pulau terbanyak di
dunia. Tercatat lebih dari 13 ribu pulau berada di kawasan Indonesia
yang terbentang seluas 1.9 km2, serta ciri khas wilayah Indonesia yang
berbukit dan berlembah menjadi masalah bagi operator penyedia jaringan
internet dalam membangun infrastruktur jaringan internet. Intinya,
mereka membutuhkan biaya yang relative besar dalam membangun
infrastruktur tersebut dibandingkan dengan wilayah dengan medan
geografis yang normal, hal inilah salah satu factor penyebabyang lambat
dan mahalnya biaya internet di Indonesia.
6. Biaya hosting Server berbayar Indonesia Masih Mahal
Bila diantara anda ada yang pernah ingin ataupun sudah membangun sebuah
website dengan menggunakan hosting server, tentu anda mengetahui jika
biaya dengan server lokal lebih mahal dibandingkan server luar negeri.
Memeang benar bahwa kecepatan server hosting di luar Indonesia lambat
namun dengan harga yang murah, inilah yang mebuat kebanyakan para
webmaster Indonesia lebih memilih server hosting luar negeri untuk
menghemat biaya. Sehingga pengguna internet dari Indonesia yang
kebetulan berkunjung ke website dengan layanan hosting luar negeri akan
merasakan lambatnya loading website tersebut.
7. Mahalnya Biaya Hak Penyelenggaraan (BHP)
Perushaan operator seluler di Indonesia diwajibkan membayar BHP atau
Biaya Hak Penyelenggara dengan nilai nominal yang sangat tinggi. Hal ini
membuat perusahaan-perusahaan tersebut berpikir agar tidak terjadi
kerugian, maka mereka melakukan segala cara yang efisiensi agar modal
mereka bisa kembali. Dampaknya lagi-lagi tertuju pada konsumen atau
pelanggan yang otomatis harus membayar mahal juga terhadap jasa internet
yang disediakan perusahaan opearotor seluler tersebut. Sisi nengatif
laiinya dari tingginya biaya BHP adalah terhambatnya perkembangan
teknologi yang di bangun dibangun oleh operator seluler, misalkan
teknologi 3G (ROI) yang katanya belum kembali modal, otomatis investasi
operator pada teknologi berikutnya seperti 4G/LTE jelas tidak mungkin
dilakukan.
itulah penyebabnya,jadi untuk waktu untuk kedapanya kita mengharapkan perubahan biaya internet akan cepat dan murah,supaya tidak ada hambatan rakyat Indonesia bisa mengetahui perkembangan dunia,,
inilah posting kali ini,semoga bermanfaat,tahks